Laman

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 April 2012

Guru Honorer Masih Jadi Pahlawan Perbatasan


Ilustrasi
Guru Honorer  Di Sempadan Negeri
Oleh: Brigita Adrianus

Sempadan negeri merakai Sintntang, mau tak mau kami ikut serta dalam Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Merakai sebagai tanggungjawab akhir sekolah.

Dengan usaha sederhana dan penuh rasa syukur kami SMAN 1 Merakai  telah menyelesaikan proses ini sebagai syarat menjadi anak Indonesia kebanyakan. Tapi apakah kami layak disamakan?

Sebab dibanyak sisi kami  diantara langit dan bumi, kalaupun di air pasti mengapung tak jelas.
Kami harus ikut program nasional sebongkah kebijakan senayan dari  kabinet Indonesia Bersatu Jilid I & II. Semantara meraba menggunakan fasiitas seadanya, kemampuan mengajar   ala kampung sempadan negeri.

Sabtu, 03 Maret 2012

Guru Tidak Tetap di SDN 8 Nanga Seran

Oleh: B. Adrianus

SDN 8 Nanga Seran merupakan sekolah yang terdapat di daerah perbatasan tepatnya di Desa Wana Bakti.
Sekolah ini terdiri dari 10 lokal, dengan 9 lokal sebagai ruang kelas dan 1 lokal digunakan untuk kantor guru.

Kedaan di sekolah ini bisa dikatakan sangat memprihatinkan karena kurangnya sarana penunjang pendidikan dan tenaga pengajar. Karena sebagian besar guru-guru di sekolah ini merupakan tenaga honorer lulusan SMU, dengan jumlah 9 orang yang di beri insentif dari Komite Sekolah sebesar Rp.400000/bulan. Bila di tinjau dari segi hasil, hal ini terasa sangat berat  karena setiap guru honorer wajib masuk 6 hari seminggu mulai dari pukul 07.00-11.35, Tapi mengingat ini sebuah pengabdian, rupiah bukanlah segalanya.

Pengorbanan guru-guru honorer di perbatasan sungguh luar biasa, dengan bekerja ikhlas tanpa banyak menuntut. Harapan ke depan ada kebijakan Pemerintah yang mungkin akan berpihak pada para honorer.